• Showing posts with label teknik sipil. Show all posts
    Showing posts with label teknik sipil. Show all posts

    Friday, 23 November 2012

    Analisis ekonomi teknik


    Analisis ekonomi teknik dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu ini membantu kita dalam banyak hal terutama mengenai uang. Ada beberapa jenis analisis ekonomi tergantung dari permasalahan yang teradi., berikut ini contoh perhitungan dari tiap jenis analisis.

    Single Payment Compound Ammount Factor
    Faktor bunga (1+i) ^n yang dihasilkan pada tabel di atas disebut dengan single payment compound amount factor, yang digunakan untuk menentukan nilai future dari sejumlah principal selama n periode pada tingkat suku bunga i.
    Contoh :

    Seorang karyawan merencanakan untuk mendepositokan uangnya sebesar Rp. 50 juta dengan tingkat suku 9%/tahun. Berapakah  jumlah uang karyawan tersebut pada akhir tahun kelima?
    Maka :
    F = Rp.50 juta x  (1 + 0.9) ^5
    F = Rp.50 juta x (1,5905)
    F = Rp.79.5245 juta

    Single Payment Present Worth Factor
    Single Payment Present Worth Factor 1/(1+i) ^n merupakan kebalikan dari faktor IFF, di mana kita berkepentingan untuk mengetahui/menentukan nilai Present dari suatu nilai F, selama n periode pada tingkat suku bunga i.
    Contoh :


    Seorang karyawan sedang merencanakan untuk membeli rumah dengan harga sebesar 200 juta pada 10 tahun yang akan datang, berapakah mereka harus menyiapkan uangnya saat ini dengan tingkat suku bunga sebesar 15%/tahun?
    Maka :
    P = Rp.200 juta x 1/(1 + 0,15) ^10
    P = Rp.200 juta x ( 0,2472)
    P = Rp.49.436.940
    Equal Payment - series Compound Ammount Factor
    Faktor [((1 + i ) ^n – 1)/i] diperlukan untuk menentukan nilai Future dari suatu rangkaian (serial) pembayaran yang uniform A yang terjadi pada setiap akhir periode ke n pada tingkat suku bunga i.
    Contoh :


    Seorang mahasiswa saat ini berusia 20 tahun, setiap bulan ia mengeluarkan uang sebesar Rp. 50.000,-  untuk biaya pulsa handphone. Andaikan orang tersebut menggunakan handphone sampai dengan usia 65 tahun. Berapakah uang yang telah ia keluarkan untuk membeli pulsa sampai usianya yang ke 65, jika diketahui suku bunga 10%/tahun.
    Maka :
    F = 50000 x ((1 + 0.1)^45 – 1) / 0.1)
    F = Rp. 35.945.242,-

    Equal Payment - series Sinking Fund Factor
    Equal Payment - series Sinking Fund Factor [i/((1 + i) ^n – 1)] merupakan kebalikan dari faktor Equal Payment - series Compound Ammount Factor. Faktor ini digunakan untuk mencari nilai A dari sejumlah nilai Future yang diinginkan pada akhir periode n pada tingkat suku bunga i.
    Contoh :


    Setiap karyawan akan menerima bonus pada akhir masa kerjanya (55 tahun) senilai Rp. 350 juta. Bagian SDM yang bekerja sama dengan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) sudah merencanakan pemberian bonus ini dengan cara melakukan pemotongan gaji setiap bulannya, dan keseluruhan dana hasil pemotongan gaji karyawan tersebut akan digunakan untuk membeli obligasi dengan tingkat suku bunga 15% per tahun. Berapakah nilai pemotongan gaji  karyawan setiap bulannya, jika rata-rata usia masuk kerja 25 tahun?
    Maka : A = Rp.350 juta x [0.15/(1 + 0.15)^30 –1)]
    A = Rp.350 juta x (0.0023)
    A = Rp. 805.069,-/tahun , sehingga
    Jumlah pemotongan per bulan = Rp 805.069,- /: 12 bulan
                                                           = Rp. 67.089,-
    Equal Payment - series Capital Recovery Factor
    Faktor [(1+ i) ^n. i ]/[( 1 + i) ^n – 1] ini diperlukan untuk menentukan nilai aliran kas yang uniform serial A setiap akhir periode ke n dari nilai principal (P) dengan tingkat suku bunga i tertentu.
    Contoh :


    Seorang pegawai bank ingin membeli sepeda motor dengan harga tunai  sebesar Rp. 15.600.000,- secara, dengan tingkat suku bunga 10 % per tahun dengan jangka waktu pembayaran selama 36 bulan. Berapakah uang yang harus dibayarkan untuk sepeda motor tersebut setiap bulannya ?
    Maka :
    A = 15.600.000,- x  [((1 + 0.1) ^3 .0.1)/((1 + 0.1)^3 – 1)]
    A = 15.600.000,- x  (0.1331/0.3310)
    A =  Rp. 6.273.000,-/tahun
    Jadi biaya perbulan Rp. 6.273.000,-/12 = Rp. 522.750,-

    Equal Payment - series Present Worth Factor
    Faktor [((1 + i) ^n – 1)/(1+ i) ^n. i ] kebalikan dari Equal Payment – series Capital Recovery Factor. Faktor ini diperlukan untuk menentukan nilai Principal P dari sejumlah aliran kas yang bersifat uniform serial A setiap akhir periode ke n dengan tingkat suku bunga i tertentu.
    Contoh :

    Dalam rangka meningkatkan penjualan sambungan telepon pada saat kondisi krisis ekonomi ini, TELKOM merencanakan melakukan penjualan secara kredit biaya PSB kepada pelanggan pada segmen residensial dengan pembayaran selama 60 bulan. Besarnya cicilan per bulan adalah Rp. 50.000,- . Berapakah biaya PSB jika dibayar secara tunai, dan diketahui tingkat suku bunga  20%/tahun?
    Maka :
    Tingkat suku bunga efektif / bulan = 20%/12 = 2%
    P = Rp. 50.000,- x  [((1 + 0.02)^60 – 1)/((1 + 0.02) ^60 .0,02)]
    P = Rp. 50.000,- x (34,7609)
       = Rp. 1.738.044,-



    Uniform Gradient – series Factor
    Seringkali ditemukan pola-pola aliran kas (casflow) yang cenderung mengalami kenaikan seragam dan serial (Uniform Gradient Series). Pola aliran kas yang demikian tidak cukup memberikan informasi bagi pengambil keputusan, oleh karena itu seringkali pola aliran kas seperti ini dikonversikan ke dalam pola anuitas (anually) atau nilai sekarang (Present Value).

    Contoh :


    Diketahui biaya operasi dan pemeliharaan alat berat dari tahun pertama sampai dengan tahun kelima, berturut-turut Rp.5 Juta, Rp.10 juta, Rp. 15 juta, Rp.20 juta, Rp.25 juta. Berapakah per tahunnya biaya pemeliharaan rumah dinas tersebut jika diketahui tingkat suku bunga 20% per tahun?
    Maka :

    Saturday, 13 October 2012

    Desain Portal 3D dengan menggunakan Program SAP 2000

    Gambar portal 3D dengan menggunakan SAP 2000


    Ketika anda ingin menghitung suatu kekuatan struktur apakah anda masih kuat dan percaya dengan cara perhitungan manual??? Tentunya akan membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikannya dibandingkan dengan menggunakan sutau program apilkasi.

    Berikut ini akan saya jelaskan mengenai cara mendesain suatu struktur portal 3D dari sebuah bangunan tipe 2 lantai. Anda bisa saja berkreasi jauh lebih baik lagi, langkah-langkah ini telah dibuat sesederhana mungkin untuk bisa dimengerti dan diterapkan dalam aplikasinya.



    1.        Membuka program SAP 2000 kemudian mengubah satuan yang akan digunakan. Selanjutnya klik File > New model > pilih model yang sesuai. Pada tugas ini digunakan 3D Frames berbentuk portal. Atur jumlah titik dan jarak pada gambar.
    2.        Mendefinisikan sendi yang mengekang struktur. Klik titik yang akan diberi sendi selanjutnya klik Assign > Joint > restraint pilih jenis sendi yang digunakan.
    3.        Mendefinisikan material dengan cara klik Define > Material selanjutnya pengaturan property material sesuai dengan yang digunakan. Pada tugas ini digunakan mutu beton K225.
    4.        Mendefinisikan profil yang akan digunakan pada portal seperti kolom, balok, dan pelat lantai. Klik Define > Section Properties kemudian pilih Frame sections untuk membuat profil balok dan kolom atau Define > Section Properties > Area sections untuk membuat profil pelat.
    5.        Untuk mengaplikasikan profil pada portal, klik batang atau area yang akan dijadikan profilnya. Kemudian klik Assign > Frame > Frame section dan pilih profil untuk balok dan kolom atau Assign > Area > Section untuk pelat.
    6.        Mendefinisikan beban yang bekerja pada struktur. Klik Define > Load patterns kemudian masukkan jenis beban yang bekerja. Seperti beban mati (DL) dan beban hidup (LL).
    7.        Mengkombinasikan beban yang bekerja pda struktur dengan cara klik Define > Load combinations. Selanjutnya membuat kombinasi sebagai berikut :
    Comb 1 : 1,4 DL
    Comb 2 : 1,2 DL + 1,6 LL
    8.        Mengaplikasikan beban mati dan beban hidup pada pada struktur. Klik bagian yang akan diberi beban, kemudian klik Assign  > pilih bagian yang akan diberi beban. Untuk beban titik pilih joint, untuk beban batang pilih frame dan untuk beban area pilih area.
    9.        Melakukan Running Program untuk mendapatkan hasil yang dicari. Klik Analyze > Set analyze option kemudian klik Run Analyze atau tekan F5 pada keyboard.
    10.    Menampilkan table hasil perhitungan SAP 2000 klik Display > Show Tables kemudian pilih data apa saja yang akan ditampilkan kedalam table setelah itu OK. Untuk menampilkan table ke dalam bentuk Ms.Word klik File > Display Current Table untuk menampilkan sebagian data kedalam table atau  File > Display All Table untuk menampilkan semua table.


    Semoga langkah-langkah yang saya berikan dapat berguna buat anda semua., semoga ilmu yang didapat mampu membimbing kita ke arah yang lebih baik.  Terus semangat memantaskan diri!!!

    Sunday, 15 July 2012

    Tiang pancang pada proyek

    Ini foto gw lagi ikut KP (Kerja Praktek) di proyek pembangunan gedung pemberdayaan masyarakat dan desa Kabupaten Muara Enim. Pada proyek ini menggunakan pondasi tiang pancang yg termasuk salah satu tipe pondasi dalam. 
    Dikarenakan tanah pada proyek ini merupakan hasil penimbunan, sehingga diharapkan dengan dipasangannya tiang pancang mampu menjaga kestabilan dan daya dukung tanah terhadap beban yang akan ditanggung pada pondasi nantinya.

    Pondasi bangunan adalah kontruksi yang paling terpenting pada suatu bangunan, berfungsi sebagai penahan seluruh beban ( hidup dan mati ) yang berada di atasnya dan gaya-gaya dari luar.

    Dalam merencanakan pondasi untuk suatu konstruksi dapat digunakan beberapa macam tipe pondasi. Pemilihan tipe pondasi ini didasarkan atas :
    1. Fungsi bangunan atas (Uper structure) yang akan dipikul oleh pondasi tersebut.
    2. Besarnya beban dan berat dari bangunan atas.
    3. Kondisi tanah dimana bangunan tersebut akan didirikan
    4. Biaya pondasi dibandingkan dengan bangunan atas

    Secara umum pemakaian pondasi tiang pancang dipergunakan apabila tanah dasar dibawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban diatasnya, dan juga bila letak tanah keras yang memiliki daya dukung yang cukup untuk memikul berat dari beban bangunan diatasnya terletak pada posisi yang sangat dalam.

    Dikarenakan begitu pentingnya peranan dari pondasi tiang pancang ini, maka, jika dalam pembuatannya dibandingkan dengan pembuatan pondasi yang lainnya, pondasi tiang pancang ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:
    1. Biaya pembuatannya relatif  lebih murah bila dikonversikan dengan kekuatan yang dapat dihasilkan (dengan melihat letak lokasi dan lainnya).
    2. Pelaksanaannya lebih mudah.
    3. Di Indonesia, peralatan yang digunakan tidak sulit untuk didapatkan.
    4. Para pekerja di Indonesia sudah cukup terampil untuk melaksanakan bangunan yang mempergunakan pondasi tiang pancang.
    5. Waktu pelaksanaannya relatif lebih cepat.

    Tiang pancang menggunakan beton jadi yang langsung ditancapkan langsung ke tanah dengan menggunakan mesin pemancang (hammer).



     

    Sunday, 1 July 2012

    archicad 12 newbie :)

    Dari kemaren malem gw ngotak-atik program archicad 2012 mau buat desain rumah. Masih terlihat jelas newbie-nya, gambarnya masih cupu., ahahaha. Tapi lumayan lah daripada lumanjat, kan capek :D


    Desain grafis dengan software program arsitektur ini sangat membantu dan mudah sekali dalam pengoperasiannya, banyak jaga tools yang bisa kita gunakan untuk membuat gambar jadi lebih menarik. Dan gw masih bersemangat untuk terus belajar lagi, mau mendesain rumah sendiri. Rumah idaman, hhe.


    Ini gambarnya masih satu lantai, lain kali kalo ada kesempatan gw mau buat desain bangunan gedung bertingkat banyak. Biar capek sekalian dan puas liat hasilnya :)


    nih gw tampilin hasil karya gw, no repost, serem gan ditimpuk bata., :hammer


    gambar 1 (suram)


    Gambar ini desainnya lumayan lama, dan ribet awalnya, karena masih baru dipermainan software ini.


    Tapi alhamdulillah, bentuk rumahnya dapat terlihat jelas, meskipun arsitekturnya masih banyak yang kurang dan perlu banyak hal lagi yang perlu diperbaiki.



    gambar 2 (lumayan)


    Gambar ini nge-render pas pagi. Habis gw nonton final piala euro, mata dan otak gw masih seger karena favorit juara gw Spanyol menang telak melawan Italia 4-0, hhe. Jadinya gw terusin kerjaan gw yang semalem.


    Bingung waktu mau nampilin gambar backgroundnya, milih-milih gambar yang cocok dan pengaturan pas rendernya agak ribet. Ya, this is it my first home project use Archicad 2012., not bad :D


    gambar 3 (ok)


    Dan ini hasilnya lumayan keren. Gambar rumahnya masih keliatan aneh dan gak nyatu dengan backgroundnya. Apalagi gambar mobil kuning itu, jiahhh. Gak keliatan realistis bener.


    Ayo, semangat!!!
    Next time, buat karya yang lebih bagus dan lebih keren lagi!!!


    Salam Pramuka!!! ahahaha



    Saturday, 12 May 2012

    Kelebihan dan Kekurangan Berbagai Moda Transportasi


    Moda transportasi yang dibahas pada postingan kali ini antaralain transportasi jalan raya, transportasi keretaapi, transportasi udara dan transportasi air. Masing-masing moda transportasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, hal itu tentunya wajar. Tentunya jika mengetahui kelebihan dan kekuranganya kita dapat memilih moda transportasi yang cocok untuk suatu peruntukan tertentu.


    1. Transportasi jalan raya



    Keunggulan :

    a. Fleksibel dalam hal pelayanan karena sangat mungkin untuk mengubah tujuan/mengubah haluan
    b. Pencapaian secara langsung ke tempat tujuan
    c. Kecepatan tinggi
    d. Rentangannya luas dalam hal pengangkutan barang, dapat menangani ukuran barang yang besar
    e. Memungkinkan untuk mengubah tujuan di tengah perjalanan

    Kekurangan :
    a. Perlu pemeliharaan yang terus menerus
    b. Dapat menjadi sangat lambat
    c. Sering terjadi penundaan
    d. Menyebabkan polusi


    2. Transportasi kereta api



    Kelebihan :
    a. Memberikan pelayanan yang cepat dan dapat dipercaya
    b. Barang-barang yang banyak dapat diangkut
    c. Cocok untuk pengangkutan penumpang, murah, nyaman, aman, khususnya untuk jarak < 500 km
    d. Menawarkan akses yang baik sepanjang jalur itu. Rel KA dapat berfungsi sebagai magnet industri
    e. Merupakan tipe transportasi yang bersih.
     
    Kekurangan :
    a. Biaya operasional dan pemeliharaan tinggi
    b. Untuk jarak yang dekat, biayanya tinggi
    c. Pelayanan tidak fleksibel karena jalurnya tidak mudah dialihkan. Kalau akan mengubah jalur harus melalui stasiun
    d. Rutenya tidakmudah dipindah misal harus memutar
    e. Tidak dapat mengakomodasi muatan yang tak pantas.
    f. Jalur yang sudah lama memberikan beban keruangan yang sangat besar
    g. Mengganggu jenis transportasi yang lain misal jalan raya


    3. Transportasi udara



    Kelebihan :
    a. Sistem cepat dan efisien
    b. Cocok untuk barang-barang yang sangat penting, mudah membusuk, dan mahal
    c. Dapat mencapai area yang sulit dijangkau
    d. Memungkinkan gerakan yang bebas ke mana saja
     
    Kekurangan :
    a .Mahal
    b. Sangat tergantung pada cuaca dan mudah terganggu oleh partikel-partikel yang tersuspensi di udara.
    c. Pemeliharaan bandara mahal.
    d. Pesawat ukuran besar tidak dapat di bandara yang kecil
    e. Untuk daerah yang tidak ada bandaranya tidak dapat disinggahi
    f. Suara keras dan polusi tinggi


    4. Transportasi air


     
    Kelebihan :

    a. Murah
    b. Jaringan alamiah
    c. Dapat menggunakan jalur mana saja
    d. Servis yang fleksibel
    e. Kanal memacu tumbuhnya industri
    f. Polusi rendah

    Kekurangan :
    a. Tidak cocok untuk barang-barang yang mudah rusak/membusuk
    b. Tidak cocok untuk jarak dekat
    c. Kanal perlu biaya mahal untuk  pembangunanya
    d. Route tidak fleksibel

    Langkah untuk meminimalisasi dampak yang kurang menguntungkan dari transportasi ( Pemerintah, Pelaku atau operator, dan Masyarakat) 



    Kemacetan
    • Pemerintah : Pemerintah harus lebih tegas dalam penanganan kemacetan misalnya dengan moda transportasi umum ( publik) yang lebih baik, sehingga orang yang menggunakan kendaraan pribadi mau pindah ke moda transportasi publik.
    • Pelaku : Memilih untuk menggunakan moda transportasi umum.
    • Masyarakat : Mendukung program pemerintah dalam penggunaan transportasi publik
    Polusi Udara
    • Pemerintah : Memberikan sangsi tegas pada pengemudi kendaraan bermotor yang sudah tidak layak pakai ( melewati umur kendaraan layak pakai)
    • Pelaku : Tidak menggunakan kendaraan yang sudah melewati batas waktu umur kendaraan layak pakai.
    • Masyarakat : Berpartisipasi meminimalisir polusi udara dengan menanam pohon di lingkungan rumahnya.
    Volume Lalu Lintas Tinggi
    • Pemerintah : Membuka jalan alternatif atau memperlebar jalan
    • Pelaku : Menggunakan transportasi umum
    • Masyarakat : Ikut menyukseskan program pemerintah ( Pembangunan jalan dan perbaikan infrastruktur jalan)
    Tingginya Tingkat Kecelakaan
    • Pemerintah : Memperbaiki sarana dan prasarana jalan, lebih selektif dalam mengeluarkan SIM kendaraan.
    • Pelaku : Operator lebih berhati – hati dalam mengendarai dan mengikuti rambu – rambu lalu lintas.
    • Masyarakat : Berhati – hati dalam menyebrang jalan ( menggunakan zebra cross atau jembatan penyebrangan)
    Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui semakin tinggi
    • Pemerintah : Lebih tegas dan berkotmitmen dalam pembatasan jumlah BBM yang bersubsidi.
    • Pelaku : Sadar akan keberadaan SDA yang semakin berkurang sehingga tidak berlebihan untuk menggunakannya
    • Masyarakat : Membantu pemerintah dalam pengawasan penggunaan BBM bersubsidi. 

    Sekian Dan Terima kasih

     
     
     

    Wednesday, 21 December 2011

    perencanaan geometrik jalan dan contoh perhitungan RAB jalan raya

    Mengenai ilmu yang kita pelajari dikampus terkadang masih sangat kurang dan jauh dari aplikasi lapangan. Sedikit berbagi mengenai ilmu transportasi khususnya perkerasan jalan.

    Berikut ini gw share Tugas Akhir oleh SRI WIDYASTUTI mengenai PERENCANAAN GEOMETRIK, TEBAL PERKERASAN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RUAS JALAN BLUMBANG KIDUL - BULAKREJO ) KABUPATEN KARANGANYAR .

    Disini ditampilkan secara jelas terperinci dan mudah untuk dipahami mengenai perencanaan dan perhitungan suatu ruas jalan.

    Tanpa bermaksud untuk mengambil keuntungan dari file ini, saya hanya ingin berbagi ilmu kepada para bloggers. Dan untuk Saudari SRI WIDYASTUTI, saya ucapka terima kasih semoga Tugas akhir nya bisa bermanfaat untuk orang banyak :)

    Memberi yg baik tak mengurangi kebaikan mu :)

    Bisa bloggers download disini.

    Wednesday, 23 November 2011

    STABILISASI TANAH DENGAN LIMBAH

    STABILISASI TANAH DENGAN LIMBAH

    Latar Belakang


    1. Tanah tidak akan lepas kaitannya dalam pekerjaan Teknik Sipil, tanah berfungsi sebagai bahan konstruksi maupun sebagai pondasi pendukung suatu bangunan.
    2. Perbaikan sifat-sifat fisik dari tanah kurang baik menjadi tanah yang baik dibidang rekayasa Tenik Sipil disebut sebagai Stabilisasi Tanah.


    Stabilisasi tanah dapat dilakukan dengan menambahkan suatu bahan tambahan tertentu pada tanah yang tidak baik. Pada postingan kali ini stabilisasi tanah menggunakan limbah sebagai alternatif lain sebagai bahan pencampur guna menstabilkan tanah.

    Stabilisasi tanah adalah upaya rekayasa untuk memperbaiki mutu tanah yang tidak baik dan meningkatkan mutu dari tanah yang sebetulnya sudah tergolong baik. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).


    Limbah yang akan dibahas antara lain, yaitu:
    • limbah batubara (fly ash),
    • abu ampas tebu dan limbah karbit,
    • abu tandan kosong kelapa sawit, serta
    • limbah karpet.
    Stabilisasi dengan limbah batubara (Fly Ash)

    Dari pembakaran batubara pada pembangkit tenaga listrik dihasilkan sekitar 5% polutan padat yang berupa abu (fly ash dan bottom ash), di mana sekitar 10-20% adalah bottom ash dan sekitar 80-90% fly ash dari total abu yang dihasilkan.




    Gambar di samping merupakan gambar Fly Ash powder yang mengandung unsur kimia antara lain silika (SiO2), alumina (Al2O3), fero oksida (Fe2O3) dan kalsium oksida (CaO), juga mengandung unsur tambahan lain yaitu magnesium oksida (MgO), titanium oksida (TiO2), alkalin (Na2O dan K2O), sulfur trioksida (SO3), pospor oksida (P2O5) dan carbon.

    Pemanfaatan limbah batubara (fly ash)
    1. Hasil penelitian dengan simulasi rainfall runoff yang dilakukan oleh Paul Bloom dan Hero Gollany menunjukkan bahwa runoff untuk stabilisasi tanah dengan fly ash memberikan jumlah endapan yang paling sedikit dibandingkan dengan stabilisasi tanah dengan kapur dan tanah tanpa distabilisasi.
    2. Stabilisasi tanah dengan penambahan fly ash juga biasanya digunakan untuk tanah lunak, subgrade tanah kelempungan dibawah jalan yang mengalami beban pengulangan (repeated loading).


    Perilaku Stabilisasi Tanah Subgrade dengan campuran 2% Semen + 4% fly ash sangatlah efektif karena ekonomis dan memiliki kualitas yang baik, campuran tersebut mampu menaikkan nilai Cohesi (c) yaitu menaikkan kohesif efektif tanah dan menurunkan nilai sudut geser dalam (φ).

    Stabilisasi dengan abu ampas tebu dan limbah karbit


    Penelitian untuk stabilisasi tanah dengan abu ampas tebu dan limbah karbit biasanya menggunakan alat uji CBR dan kuat geser langsung. Setelah dilakukan penelitian oleh Dwi Tri Wahyuni maka didapat komposisi yang pas antara abu ampas tebu dan limbah karbit yaitu 6% abu ampas tebu dan 15% limbah karbit yang akan memberikan stabilitas tanah paling maksimum.


    Komposisi tersebut dapat meningkatkan:
    1. Nilai CBR 309,427% dari nilai CBR tanah asli
    2. Nilai sudut geser dalam (φ) sebesar 29,688% dari nilai sudut geser dalam tanah asli
    3. Nilai kuat geser langsung (c) sebesar 157,477% dari nilai kuat geser langsung (c) tanah asli.
    Stabilisasi dengan abu tandan kosong kelapa sawit

    Setiap pengolahan 1 ton TBS (Tandan Buah Segar) dapat menghasilkan TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) sebanyak 220-230 TKKS. Abu tandan kosong kelapa sawit yang yang digunakan berasal dari proses pembakaran pada suhu 750oC selama 1 jam dan kemudian disaring dengan saringan No. 200.


    Penambahan abu tandan kosong kelapa sawit sebesar 15 % dapat meningkatkan nilai stabilitas tanah yaitu:
    • Nilai CBR laboratorium naik dari 5,018% menjadi 7,745% (54,344%).
    • Penurunan berat isi kering maksimum dari 1,497 gr/cm3 menjadi 1,366 gr/cm3 (8,571%).
    • Kuat tekan bebas naik dari 2,15 kg/cm2 menjadi 5,021 kg/cm2 (133,777%).
    • Sudut dalam kuat geser langsung naik dari 17,333o menjadi 25,667o (48,082%), dan
    • Nilai kohesi kuat geser langsung (c) turun dari 0,303 kg/cm2 menjadi 0,260 kg/cm2 (14,191%).
    Stabilitas tanah dengan limbah karpet

    Tanah sangat sulit menguraikan limbah karpet karena proses pembusukannya sangat lambat. Sekarang tersedia serabut khusus dari limbah karpet untuk stabilisasi tanah dan telah banyak sukses digunakan dalam berbagai proyek bangunan. 4 miliyar lbs limbah karpet dapat memperkuat 6” tebal subgrade jika 100 mil jalan utama dibangun kembali menggunakan limbah karpet untuk memperkuat tanah.


    Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan limbah karpet antara lain :
    1. Dapat memperbaiki daya tahan dan penampilan jalan
    2. Dapat mengurangi biaya pembangunan jalan raya karena mengurangi penggunaan stabilisator kimia.
    3. Mengurangi kerusakan lingkungan

    Kesimpulan

    Limbah yang ada disekeliling kita ternyata memiliki kegunaan yang sangat besar apabila limbah tersebut dapat dimanfaatkan dan diolah secara tepat, khusunya digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah.

    Kelebihan stabilisasi dengan menggunakan Limbah
    1. Mudah didapat dengan harga yang relatif murah.
    2. Mengurangi pencemaran lingkungan.
    3. Membantu program pemerintah dalam mengatasi pencemaran lingkungan.
    4. Sebagai bahan stabilisasi tanah pada tanah-tanah yang secara teknis bermasalah maupun keperluan lain dibidang teknik sipil.


    Terimakasih
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...